Ikatan Dosen Katolik Indonesia (IKDKI) merayakan ulang tahunnya yang keenam, Sabtu, 22 November 2025. Perayaan ini merupakan puncak dari rangkaian syukur ulang tahun, yang dirayakan dengan berbagai kegiatan.

Sejumlah kegiatan digelar sejak Oktober 2025 untuk memeriahkan ulang tahun keenam IKDKI. Dimulai dari seminar dan diskusi di tingkat wilayah, pelaksaan Pengabdian Kepada Masyarakat, Jalan Sehat Kerukunan, higga peluncuran book chapter dan Jurnal Internasional.

Puncak acara syukur ulang tahun IKDKI dikemas dialog nasional bertajuk “Peran Dosen dan Mahasiswa dalam Mensukseskan Pembangunan Nasional”, yang berlangsung di Universitas Tarumanagara Jakarta.

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia Natalius Pigai hadir sebagai salah satu pembicara dalam dialog nasional tersebut. Natalius menjelaskan seputar perjalanan hidupnya hingga menduduki jabatannya sebagai menteri.

Ia berpesan, agar para dosen agar pada dosen selalu konsisten dalam mendidik para mahasiswa sehiongga mereka mendapatkan fasilitas pendidikan yang baik.

“Akses terhadap pendidikan adalah bagian dari hak asasi manusia. Maka para dosen adalah “utusan negara” untuk menjamin para warga mengakses pendidikan,” pesan Natalius.

Ulang tahun Keenam IKDKI

Narasumber lain yang hadir juga dalam acara tersebut adalah Ketua Umum ADP – PTSI dan Penasehat IKDKI Prof. Dr. Thomas Suyatno, Guru Besar Kriminologi UI dan Penasehat IKDKI, Prof. Adrianus Meliala, Ph.D; Pa Sahli Kasad Tk III Bidang Ilpengtek dan Siber, Mayjen TNI Dr. Agustinus Purbowo; Guru Besar UNPATI dan Penasehat IKDKI Maluku Utara, Prof. Dr. Patris Rahabav M.Si., dan Ketua DPW IKDKI Papua Barat dan Papua Barat Daya Prof. Dr. Robert K.H. Hammar.

Para narasumber memaparkan pandangan mereka masing-masing mengenai kontribusi nyata dosen di era siber, di mana media sosial mengisi ruang-ruang publik dan menjadi pengendali isu di tengah masyarakat.

Harapannya, para dosen dan mahasiswa yang hadir dalam kegiatan ini semakin menyadari situasi siber saat ini: di satu sisi menyediakan ruang terbuka untuk semua masyarakat dapat mengakses informasi, di lain sisi menjadi ancaman nyata bagi setiap orang melalui hoax dan hate speech.

Acara syukur ulang tahun IKDKI yang dihadiri lebih dari 400 orang ini ditutup dengan Misa bersama.